Diare

Diare

Diare adalah keadaan dimana penderitanya menjadi lebih sering buang air besar, dengan tinja/fases yang encer.  Diare disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit yang ada pada makanan dan minuman. Diare adalah penyakit endemis yang berpotensi Kejadian luar biasa (KLB) yang dapat mengakibatkan kematian. Berdasarkan data Kemenkes RI pada tahun 2018, jumlah penderita diare sebanyak 62,93%. Diare biasanya dapat belangsung berhari – hari atau bahkan  berminggu-minggu. Diare dapat dibedakan menjadi 2 yaitu diare akut dan kronis. Diare aku berlangsung satu hingga dua hari, sedangkan diare kronis dapat berlangsung sekitar empat minggu bahkan bisa lebih.

 

Penyebab Diare

Umumnya diare terjadi akibat kurangnya cairan yang tidak dapat diserap dengan baik oleh usus. Pada kondisi normal, Cairan dari makanan yang kita konsumsi akan diserap oleh usus sehingga kotoran (fases) menjadi setengah padat. Apabila cairan tersebut tidak dapat diserap dengan baik oleh usus, fases yang akan dihasilkan menjadi lembek atau cair. ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan diare yaitu

Diare Akut (Diare yang berlangsung secara singkat)

Diare ini biasanya disebabkan oleh:

  • Virus
  • Bakteri
  • Parasit
  • Alergi makanan
  • Pemanisan buatan pada makanan
  • efek samping obat-obatan

Diare Kronis (Diare yang berlangsung lama)

Diare ini biasanya disebabkan oleh:

  • Penyakit Crohn merupakan radang pada lapisan sistem pencernaan
  • Coeliac adalah penyakit yang menyebabkan tubuh menolak protein gluten
  • Radang pankreas
  • Kanker usus
  • Sindrom iritasi usus besar

 

Faktor Risiko Diare

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan risiko seseorang menderita diare. Seperti:

  • Tidak mencuci tangan dengan sabun.
  • Tempat penyimpanan dan persiapan makanan yang tidak bersih
  • dapur dan toilet kotor
  • Air kotor
  • makanan sisa yang sudah dingin

 

Gejala Diare

Setiap penderita memiliki gejala diare yang berbeda-beda. Sebagian penderita menghasilkan fases/tinja yang sangat encer ada juga yang tak terlalu encer. Berikut ini gejala yang disebabkan oleh diare:

  • Kram atau nyeri perut
  • Muntah dan mual
  • Pusing dan Lemas
  • Sering haus
  • nafsu makan yang hilang
  • Feses cair dan lembek
  • Demam
  • Dehidrasi

Masa pemulihan diare pada orang dewasa umumnya  2 – 4 hari sedangkan masa pemulihan untuk anak-anak lebih lama 5 – 7 hari kerja. Jika diare berlangsung lebih dari 1 minggu segera periksa ke dokter.

Lalu kapan harus periksa ke dokter ?

Jika mengalami ini segera ke dokter

  • Warna fases gelap
  • Ada darah pada fases
  • Kurang tidur
  • Berat badan menurun
  • Mual dan muntah

Segera periksa ke dokter jika anak mengalami gejala berikut ini:

  • Gejala dehidrasi misalnya seperti tangan dan kaki yang dingin, kulit pucat, jarang buang air kecil, sering mengantuk
  • Demam tinggi
  • Darah dan nanah pada fases
  • Warna fases gelap
  • Mulut kering
  • Lesu
  • Produksi urin menurun

Diare pada bayi atau anak kecil harus segera ditangani karena dapat membahayakan nyawa.

 

Komplikasi Diare

Penyakit ini pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, namun jika  semakin parah dan berlangsung lama dapat menyebabkan komplikasi. Berikut ini komplikasi yang dapat menyerang akibat diare, di antaranya:

  • Dehidrasi
  • Sepsis merupakan infeks yang dapat menyebar ke organ lainnya
  • Malnutrisi adalah penurunan kekebalan tubuh pada anak, terutama pada anak dengan usia kurang dari 5 tahun
  • Ketidakseimbangan elektrolit yang dapat ditandai dengan lemas, lumpuh hingga kejang. hal ini dapat disebabkan karena cairan elektrolit ikut terbuang bersama air yang keluar saat diare.
  • Kulit yang berada di sekitar anus mengalami iritasi karena pH tinja yang asam.

 

Cara Mengatasi Diare

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan ketika mengalami diare  seperti:

  • Mengkonsumsi banyak cairan
  • Konsumsi makanan setengah padat dan rendah serat secara bertahap
  • Menghindari makanan tertentu seperti, makanan pedas, dsb
  • Pertimbangkan jika mengonsumsi probiotik.

 

Rekomendasi Produk

 

Cara Pencegahan Diare

Untuk mencegah terjadinya diare diperlukan kedisiplinan seseorang dalam menjaga kebersihan, dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih dapat terhindar dari virus atau mikroorganisme lain. Oleh sebab itu sangat dianjurkan untuk:

  • Rajin mencuci tangan
  • Hindari memakan buah atau sayuran yang belum matang.
  • Konsumsi makanan yang sudah dimasak
  • Minum air matang

 

 

 

 

Penyebab Stroke beserta Gejala, Faktor Risiko serta Cara pencegahannya

Penyebab Stroke beserta Gejala, Faktor Risiko serta Cara pencegahannya

Apa sih Penyebab Stroke???

Otak merupakan bagian terpenting dalam tubuh kita yang mampu mengendalikan seluruh tubuh sebagai memori dan kontrol otot. Oleh sebab itu apabila otak tidak mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi akan mengakibatkan Stroke

Stroke merupakan kondisi terganggunya atau berkurangnya suplai darah ke otak akibat penyumbatan (Stroke Iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (Stroke hemoragik). Sehingga bagian tubuh yang dikendalikan oleh sel saraf otak yang tidak dapat berfungsi dengan baik.

Tahun 2013 Kementerian Kesehatan RI melakukan Riset kesehatan dasar. Dari  hasil tersebut diketahui bahwa terdapat 2 Juta penduduk di Indonesia menderita stroke dengan presentase terbesar adalah Provinsi Sulawesi Selatan. Kematian di Indonesia akibat  stroke sebanyak 15% lebih, Oleh sebab itu Stoke juga merupakan pembunuh nomor 1 di Indonesia

 

Penyebab Stroke

Terdapat 2 jenis stroke berdasarkan penyebabnya, yaitu:

  1. Stroke Iskemik

Stroke ini terjadi akibat adanya penyumbatan pembuluh darah arteri yang membawa darah dan oksigen ke otak. Seiring dengan bertambahnya usia pembuluh darah dapat mengalami penyempitan. Ada 2 jenis stroke Iskemik, yaitu:

  • Stroke Trombotik merupakan stroke yang terjadi akibat adanya gumpalan darah pada pembuluh darah arteri, sehingga otak tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup. Gumpalan darah tersebut disebabkan oleh penumpukan lemak atau plak di pembuluh darah arteri, sehingga menyebabkan aliran darah menurun.
  • Stroke Embolik merupakan stoke yang terjadi akibat adanya gumpalan darah pada bagian tubuh lainnya, umumnya jantung. Gumpalan tersebut terbawa melalui aliran darah dan tersangkut di pembuluh darah otak, hal ini menyebabkan pembuluh darah arteri pada otak menyempit.

 

  1. Stroke Hemoragik

 

Stroke ini terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak, sehingga dapat menyebabkan pendarahan di otak. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Cidera kepala
  • Darah membeku
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Aneurisma otak (Pelemahan dinding pembuluh darah)
  • Malformasi arteri vena

Stroke Hemoragik dibagi menjadi 2 Jenis, yaitu:

  • Pendarahan Intraserebal merupakan kondisi pecahnya pembuluh darah di otak dan menumpahkan isinya ke jaringan otak yang berada di sisinya, sehingga dapat merusak sel otak.
  • Pendarahan Subarachnoid merupakan kondisi pecahnya pembuluh darah arteri yang berdekatan dengan permukaan otak dan menumpahkan isinya ke rongga Subarachnoid merupakan ruang antara permukaan otak dan tulang tengkorak.

 

Rekomendasi Produk:

Gejala Stroke

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa otak memiliki peranan yang sangat penting bagi tubuh manusia karena setiap bagian tubuh dikendalikan oleh  bagian tubuh yang berbeda-beda, oleh sebab itu gejala stroke tergantung pada bagian otak yang terserang dan tingkat kerusakannya. Gejala stroke umumnya muncul  secara tiba-tiba, namun terdapat 3 gejala utama stroke, yaitu:

  • Bagian Wajah akan terlihat menurun pada satu sisi dan mulut atau mata terkulai sehingga tidak mampu untuk tersenyum.
  • Bagian Lengan akan terasa lemas dan mati rasa sehingga tidak mampu untuk mengangkatnya. Selain itu pada bagian sikut atau tungkai yang satu sisi dengan lengan tersebut juga mengalami kelemahan.
  • Cara Bicara yang tidak jelas, kacau, dan lebih parah lagi tidak mampu bicara sama sekali meskipun penderita terlihat sadar.

Secara Umum, Ada beberapa gejala dan tanda stroke lain yang muncul yaitu:

  • Sakit kepala secara tiba-tiba disertai dengan leher kaku dan pusing berputar (vertigo).
  • Kesadaran yang menurun yang dapat mengakibatkan koma.
  • Sulit berjalan
  • Sulit menelan
  • Pengelihatan yang hilang secara tiba-tiba
  • Gangguan keseimbangan
  • Kelumpuhan pada wajah, tangan dan kaki secara tiba-tiba

 

Faktor Risiko Stroke

Terdapat beberapa faktor yang dapat mengakibatkan stroke serta dapat meningkatkan serangan jantung. Faktor-faktor tersebut meliputi:

  1. Faktor Kesehatan:
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi (Hipertensi)
  • Kolestrol
  • Kegemukan (Obesitas)
  • Sakit Jantung
  • Gangguan saat tidur yang dapat mengakibatkan pernapasan berhenti sementara beberapa kali saat tidur  atau yang bisa disebut dengan sleep apnea.
  1. Faktor Gaya Hidup:
  • Olahraga dan aktifitas fisik yang kurang
  • Merokok
  • Mengkonsumsi obat-obatan terlarang
  • Minum-minuman keras
  1. Faktor lainnya:
  • Faktor keturunan
  • Faktor usia

 

Pencegahan Stroke

Upaya yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya stroke adalah dengan menerapkan pola hidup sehat, antara lain:

  • Menjaga Pola Makan

Untuk mencegah terjadinya stroke kita perlu menjaga pola makan, caranya dengan hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan yang asin dan berlemak, karena hal ini dapat meningkatkan jumlah kolestrol dalam darah meningkat sehingga dapat menimbulkan hipertensi yang dapat memicu terjadinya stroke. Idealnya mengonsumsi garam adalah 6 gram atau setara dengan satu sendok teh perhari. Dalam hal ini makanan yang disarankan untuk dikonsumsi adalah makanan yang mengandung lemak tidak jenuh, protein, vitamin dan serat contohnya seperti perbanyak mengonsumsi sayur, buah, biji-bijian utuh dan daging rendah lemak seperti dada ayam tanpa kulit.

  • Olahraga secara teratur

Teratur dalam berolahraga dapat membuat sistem peraderan darah dan jantung bekerja lebih efisien. Selain itu rutin berolahraga juga dapat menurunkan kadar kolestrol dan menjaga berat badan.

  • Berhenti merokok

Rokok dapat mempersempit pembuluh darah dan membuat darah menggumpal, sehingga perokok dapat berisiko dua kali lipat lebih tinggi terkena stroke. Selain itu, merokok juga dapat menyebabkan penyakit paru-paru dan jantung.

  • Hindari mengonsumsi minuman beralkohol

dalam minuman beralkohol  mengandung kalori yang tinggi, jika dikonsumsi secara berlebihan dapat mengakibatkan detak jantung tidak teratur sehingga dapat memicu terjadinya stroke.

  • Hindari menggunakan NAPZA

Terdapat beberapa jenis NAPZA yang dapat menyebabkan penyempitan arteri sehingga aliran darah dapat berkurang

 

 

Sumber :

https://www.alodokter.com/stroke/pencegahan

https://www.halodoc.com/kesehatan/stroke

2 Jenis Diabetes | Faktor Risiko, Gejala, Cara Mengatasi dan mencegah Diabetes

2 Jenis Diabetes | Faktor Risiko, Gejala, Cara Mengatasi dan mencegah Diabetes

2 Jenis Diabetes | Faktor Risiko, Gejala, Cara Mengatasi dan Mencegah Diabetes

Diabetes merupakan Penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula (glukosa) pada darah. Kadar gula darah yang menumpuk di dalam darah karena tidak diserap dengan baik oleh tubuh  dapat mengakibatkan berbagai gangguan pada organ tubuh. Kadar gula darah dikontrol oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas. Jika tanpa hormon insulin, sel-sel pada tubuh tidak mampu menyerap dan mengolah kadar gula darah menjadi energi. Insulin berguna untuk membantu menyimpan dan menggunakan gula dan lemak.

Ilustrasi gambar dengan kondisi kadar gula dalam darah yang diserap dengan baik oleh tubuh

 

Jenis-jenis Diabetes

Pada umumnya, ada 2 jenis diabetes antara lain:

  • Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 dapat disebut dengan diabetes autoimun. Diabetes ini dapat terjadi karena Pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin. Hal ini dapat meningkatkan kadar gula darah, sehingga dapat terjadi kerusakan pada organ tubuh. Karena kadar gula dalam darah  dikontrol oleh hormon insulin yang di produksi oleh pankreas. Oleh sebab itu, penderita diabetes tipe 1 memerlukan tambahan insulin dari luar.

Ilustrasi gambar diabetes tipe 1

Adapun faktor risiko pada diabetes tipe 1  (diabetes autoimun), antara lain:

  1. Faktor Keturunan yaitu jika ada anggota yang mengidap penyakit yang sama.
  2. Faktor geografi yaitu tempat tinggal yang jauh dari garis khatulistiwa, hal ini karena kurangnya vitamin D yang didapatkan dari sinar matahari.
  3. Faktor usia, penyakit ini terdeteksi paling banyak pada usia 4 – 7 tahun dan usia 10 – 14 tahun

Upaya mencegah dan mengatasi diabetes tipe 1, antara lain:

  1. Melakukan pengobatan secara rutin jika terdapat anggota keluarga yang mengidap penyakit yang sama
  2. Melakukan tes DNA agar dapat mengetahui adanya gen pembawa penyakit diabetes tipe 1.
  3. Memberikan tambahan insulin sekitar 3-4 kali sehari sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter
  4. Menjaga pola makan sehat
  5. Olahraga secara teratur
  6. Melakukan perawatan pada kaki dan memeriksakan mata secara berkala untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut

 

  • Diabetes tipe 2

Diabetes jenis ini lebih sering terjadi sekitar 90% – 95%. Diabetes jenis ini dapat terjadi kerena tubuh tidak efektif menggunakan hormon insulin atau kekurangan hormon insulin yang relatif dibandingkan kadar glukosa darah, sehingga hormon insulin yang dihasilkan tidak dapat digunakan secara normal.

Ilustrasi gambar diabetes tipe 2

Adapun faktor risiko pada diabetes tipe 2 ini antara lain:

  1. Obesitas (kelebihan berat badan)
  2. Kurangnya olahraga dan beraktivitas
  3. Usia 45 tahun keatas
  4. Kondisi prediabetes merupakan kondisi ketika kadar gula darah tinggi
  5. Memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi (Hipertensi)
  6. Memiliki kadar kolestrol yang rendah dan trigliserida yang tinggi

Upaya mencegah dan mengatasi diabetes tipe 2, antara lain:

  1. Turunkan berat badan agar tetap ideal
  2. Perbanyak mengonsumsi buah dan sayur
  3. Kurangi mengonsumsi makanan dan minuman yang manis
  4. Olahraga secara rutin dan melakukan aktivitas fisik.
  5. Kurangi kebiasaan duduk terlalu lama
  6. Hindari/berhenti merokok
  7. Hindari/ berhenti merokok
  8. Merawat kaki dan mencegah kaki terluka
  9. Memeriksakan kondisi kesehatan mata secara berkala.
  10. Rutin melakukan pengecekan kadar gula dalam darah

Secara khusus terdapat jenis diabetes pada ibu hamil yang disebut dengan diabetes gestasional. Diabetes ini disebabkan oleh perubahan hormon insulin. Selain itu Perempuan yang memiliki sindrom ovarium polastik, yang ditandai dengan datang bulan (menstruasi) yang tidak teratur, pertumbuhan rambut yang berlebih disekitar alat reproduksi, dan obesitas. Keduanya dapat lebih mudah mengalami diabetes tipe 2.

Rekomendasi Produk Untuk anda:

 

Gejala Diabetes

Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat, sedangkan pada diabetes tipe 2 ini penderita banyak yang tidak menyadari bahawa mereka telah menderita penyakit diabetes selama bertahun-tahun, karena gejala diabetes tipe 2 ini cenderung tidak spesifik. Terdapat beberapa gejala penderita diabetes, antara lain:

  • Merasa haus terlalu sering
  • Seringnya buang air kecil
  • Berat badan yang tiba-tiba menurun
  • Rasa lapar yang berlebih
  • Lemas dan lelah
  • Luka sulit sembuh
  • Pengelihatan kabur
  • Mengalami infeksi kulit, gusi, saluran kemih atau vagina.
  • Mati rasa (kesemutan)
  • Mulut kering
  • Infeksi Jamur
  • Kelelahan dan mudah marah
  • Mati rasa (kesemutan)

 

Diagnosis Diabetes

Orang-orang yang yang beresiko terkena penyakit diabetes harus menjalani pemeriksaan secara rutin. Karena gejala diabetes berkembang secara bertahap pada diabetes tipe 2 sedangkan diabetes tipe 1 gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba. Oleh sebab itu perlu dilakukan pemeriksaan secara rutin dengan cara tes gula darah. Ada beberapa metode tes gula darah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Tes gula darah sewaktu bertujuan untuk mengukur kadar gula darah secara acak pada jam tertentu. Jika kadar gula 20 mg/dL atau lebih, maka pasien dapat didiagnosis menderita penyakit diabetes
  • Tes gula darah puasa bertujuan untuk mengukur kadar gula darah saat pasien berpuasa selama 8 jam, kemudian pengambilan sampel darah untuk diukur kadar gula darahnya. Jika kadar gula kurang dari 100 mg/dL maka dapat dikatakan kadar gula darah normal. Jika kadar gula darah 100 – 125 mg/dL maka dapat dikatakan pasien menderita pre diabetes. Sedangkan jika kadar gula darah menunjukkan 126 mg/dL maka dapat dikatakan pasien menderita diabetes.
  • Tes toleransi glukosa dilakukan setelah pasien menjalankan puasa semalam terlebih dahulu, kemudian menjalani tes gula darah puasa. Setelah itu, pasien diminta untuk meminum larutan gula khusus, setelah itu tunggu 2 jam kemudian pengambilan sampel gula darah kembali. Jika kadar gula darah kurang dari 140 mg/dL maka dapat dikatakan kadar gula darah normal. Jika kadar gula darah 140 – 199 mg/dL maka dapat dikatakan pasien menderita pre diabetes. Sedangkan jika kadar gula darah menunjukkan 200 mg/dL maka dapat dikatakan pasien menderita diabetes
  • Tes glycated hemoglobin (HbA1C) bertujuan untuk mengukur kadar gula darah yang terikat pada hemoglobin. Jika kadar gula darah kurang dari 5,7% maka dapat dikatakan kadar gula darah normal. Jika kadar gula darah 5,7 – 6,4% maka dapat dikatakan pasien menderita pre diabetes. Sedangkan jika kadar gula darah menunjukkan 6,5% maka dapat dikatakan pasien menderita diabetes

 

Baca Juga : Ada 2 Faktor Tekanan Darah Tinggi

 

Ada 2 Faktor Tekanan Darah Tinggi | Penyebab, gejala dan cara mengatasinya

Ada 2 Faktor Tekanan Darah Tinggi | Penyebab, gejala dan cara mengatasinya

Faktor Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau istilah lainnya disebut dengan Hipertensi merupakan kondisi tekanan darah terhadap pembuluh darah/arteri terlalu tinggi. Tekanan darah tinggi ini dapat ditentukan oleh Resistensi aliran darah pada pembuluh darah  dan seberapa keras jantung bekerja. Hal ini dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Tekanan darah itu sendiri merupakan tekanan yang diberikan oleh aliran darah terhadap pembuluh darah atau dinding arteri tubuh. Semakin banyak darah yang dipompa oleh jantung dan semakin sempit pembuluh darah, maka semakin tinggi tekanan darah.

Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah disebut dengan tensimeter (sphigmomanometer). Dalam melakukan pengukuran tekanan darah ditulis dalam dua angka yang disebut sistolik dan diastolik. sistolik merupakan tekanan darah dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh, sistolik biasanya ditulis lebih dahulu sedangkan diastolik merupakan tekanan di dalam pembuluh darah ketika jantung beristirahat, sebelum memompa darah kembali. Seseorang dapat dikatakan memiliki hipertensi jika tekanan darah yang diukur menunjukkan angka 140/90 mmHg. Tekanan darah dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

1. Faktor penyebab dan Faktor Risiko Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Faktor penyebab

Faktor penyebab tekanan darah tinggi (hipertensi) di bagi menjadi 2 yaitu

  • Hipertensi Primer merupakan tekanan darah tinggi yang tidak diketahui penyebabnya (tanpa penyebab medis yang jelas). Hipertensi ini berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun.
  • Hipertensi sekunder merupakan tekanan darah tinggi yang dapat muncul karena kondisi kesehatan yang mendasarinya dan akibat efek samping obat. Kondisi kesehatan yang menyebabkan hipertensi sekunder antara lain; Masalah ginjal, kolestrol, Tumor kelenjar adrenal, Tiroid

Obat-obatan yang menyebabkan hipertensi sekunder

  • Pil KB
  • Obat flu
  • Dekongestan
  • Penghilang sakit kepala
  • Obat terlarang, seperti kokain dan amfetamin

Faktor Risiko

Faktor-faktor yang bisa mempengaruhi peningkatan risiko tekanan darah tinggi sebagai berikut:

  1. Usia di atas 65 tahun
  2. Mengonsumsi garam terlalu banyak
  3. Kegemukan (obesitas)
  4. Faktor keturunan (memiliki keluarga dengan riwayat penyakit yang sama)
  5. stres
  6. Kurangnya mengonsumsi buah dan sayur
  7. Kurang olahraga
  8. Terlalu banyak mengonsumsi minuman yang mengandung kafein (seperti kopi)
  9. Mengonsumsi minuman keras

Rekomendasi Produk Untuk anda:

2. Gejala Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Gejala yang muncul pada sesorang yang mengidap penyakit hipertensi , antara lain:

  • Lemas
  • Nyeri dada
  • Sakit kepala
  • Sesak nafas
  • Pengelihatan yang bermasalah
  • Adanya darah pada urine.

 

3. Cara Pencegahan Dan Mengatasi Tekanan Darah Tinggi

Cara pencegahan atau mengatasi darah tinggi yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat dengan cara sebagai berikut

  1. Kurangi/hindari mengonsumsi garam
  2. Olahraga secara teratur
  3. Kurangi/hindari makanan atau minuman beralkohol
  4. Kurangi/hindari minuman bersoda
  5. Berhenti merokok
  6. Kurangin minuman yang mengandung kafein
  7. Turunkan berat badan
  8. Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi

 

4. Makanan yang dapat memicu tekanan darah tinggi

Untuk penderita tekanan darah tinggi sebaiknya menghindari makanan yang mengandung sodium atau natrium yang tinggi. Semakin sedikit natrium yang dikonsumsi, maka tekanan darah akan terkendali. Adapun makanan yang harus dihindari untuk penderita darah tinggi, antara lain:

  • Kopi

Minuman ini harap dihindari atau dikurangi untuk penderita darah tinggi karena dalam minuman ini mengandung kafein sehingga  dapat memicu tekanan darah tinggi. Tidak hanya kopi yang harus dihindari yaitu Teh dan minuman bersoda

  • Makanan Olahan/kalengan

Cara pembuatan makanan olahan ini adalah dengan diawetkan menggunakan garam. Sedangkan penderita tekanan darah tinggi tidak diperbolehkan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung garam

  • Acar

Sama halnya dengan makanan olahan, makanan ini juga memerlukan garam untuk proses pembusukan mentimun.

  • Makanan berlemak

Makanan berlemak seperti kulit ayam, daging merah, keju dan mentega mengandung asam lemak trans dan asam lemak jenuh merupakan jenis lemak yang dapat meningkatkan kolestrol jahat sehingga dapat menyebabkan penderita darah tinggi semakin memburuk.

 

5. Makanan yang disarankan untuk penderita darah tinggi

Makanan yang disarankan untuk menurunkan tekanan darah tinggi disebut Dietary Approaches to Hypertension (DASH).

Prinsip utama pola makan DASH ada 4, antara lain:

  • Tingkatkan asupan nutrisi yang dapat diperoleh dari biji-bijian, ikan dan kacang-kacangan
  • Banyak mengonsumsi buah, sayur dan susu yang rendah lemak.
  • Kurangi mengonsumsi makanan yang mengandung banyak garam, minuman dan makanan manis, dan daging merah.
  • Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, kolestrol dan lemak trans.

Berikut ini makanan yang disarankan bagi penderita darah tinggi

  • Susu rendah lemak

Susu rendah lemak memiliki kalsium yang tinggi serta lemak yang rendah, oleh sebab itu susu rendah lemak mampu untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

  • Oatmeal

Oatmeal ini memiliki kandungan rendah lemak, tinggi serat dan natrium rendah, sehingga outmeal merupakan salah satu makanan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.

  • Pisang

Pisang merupakan makanan yang kaya potasium, oleh sebab itu pisang mampu menstabilkan tekanan darah.

  • Ikan

Kandungan Asam lemak omega 3 yang terdapat pada ikan dapat membantu menurukan tekanan darah. Tidak semua ikan yang mengandung asam lemak omega 3. Ikan yang mengandung omega 3, seperti ikan salmon.

  • Minyak zaitun

Minyak zaitun memiliki kandungan polifenol yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.

 

Baca Juga :  Vitiligo penyakit apa

 

 

 

Vitiligo penyakit apa – Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Vitiligo penyakit apa – Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Apa Vitiligo itu? Vitiligo adalah golongan penyakit yang disebabkan oleh hilangnya warna kulit pada tubuh pasien. Tingkat keparahan hilangnya warna kulit pada setiap pasien ini berbeda-beda dan tidak memungkinkan untuk diprediksi.

Penyakit vitiligo ini menyerang semua bagian kulit yang ada di tubuh manusia bahkan dapat juga menyerang kulit di bagian rambut, mulut di bagian dalam serta bagian mata.

Perlu Anda ketahui, warna kulit, mata dan rambut manusia dalam kondisi normal ditentukan oleh pigmen yang bernama melanin sedangkan orang yang terkena vitiligo, sel pembentuk melanin tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya atau mati. Tidak berfungsinya sel pembentuk melanin tersebut menyebabkan timbulnya bercak-bercak putih pada kulit.

Penyakit vitiligo ini dapat menyerang semua usia, namun sebagian besar yang mengidap vitiligo di usia 20 tahunan. Penyakit vitiligo ini tidak termasuk dalam penyakit berbahaya dan tidak menular. Namun, kebanyakan penderita vitiligo mengalami krisis kepercayaan diri akibat warna kulitnya.

Jenis-Jenis Penyakit Vitiligo

Penyakit vitiligo ini memang tidak membahayakan namun penyakit ini dapat menyebabkan penderita mengalami krisis kepercayaan diri bahkan ada juga yang dapat menyebabkan stres akibat warna kulit yang berubah sehingga dapat mempengaruhi penampilan fisik.

Penyakit vitiligo ini termasuk dalam penyakit jangka panjang yang sulit disembuhkan. Oleh sebab itu, bagi penderita vitiligo, mereka hanya dapat memperbaiki penampilan kulitnya saja agar nampak normal.

Pada dasarnya penyakit ini dapat dikelompokkan dalam dua jenis, yaitu sebagai berikut.
1. Vitiligo Menyeluruh
Penyakit Vitiligo menyeluruh ini menyerang seluruh bagian tubuh atau kedua sisi tubuh akibatnya seluruh bagian kulit tubuh memiliki warna kulit yang tidak normal. Nah, jenis vitiligo menyeluruh ini paling umum terjadi di kalangan masyarakat.
2. Vitiligo Bagian Tertentu
Penyakit vitiligo bagian tertentu merupakan golongan vitiligo yang menyerang bagian-bagian tertentu saja atau bisa dikatakan salah satu sisi tubuh manusia saja.

Penyebab Timbulnya Penyakit Vitiligo

Seperti yang diulas sebelumnya, warna kulit manusia ditentukan oleh pigmen yang bernama melanin. Melanin ini dihasilkan oleh suatu sel yang disebut melanosit. Pada orang dalam kondisi normal dapat memproduksi melanosit dalam keadaan baik sehingga kebutuhan akan melanin terpenuhi.

Hal tersebut berbeda dengan orang yang mengidap vitiligo dimana ia tidak dapat memenuhi kebutuhan melanin dengan baik sehingga menyebabkan timbulnya bercak warna putih pada kulitnya atau rambutnya. Adapun faktor lain yang memungkinkan timbulnya penyakit vitiligo adalah sebagai berikut.
1. Keturunan atau bisa jadi seseorang kekurangan sel melanosit karena di keluarganya ada yang menderita vitiligo.
2. Kulit yang terbakar sinar matahari dapat memicu timbulnya penyakit vitiligo.
3. Stres yang berlebihan dapat memicu terjadinya penyakit vitiligo.
4. Kulit yang terkena bahan kimia memicu seseorang mengidap vitiligo.
5. Terkena autoimun dimana sistem kekebalan tubuh seseorang menurun dan dapat menghancurkan sel tubuh lainnya.

Mengenali Gejala Penyakit Vitiligo

Seseorang yang mengidap penyakit vitiligo dapat dikenali dari gejala yang timbul pada tubuh orang tersebut. Adapun gejala yang dapat dikenali adalah sebagai berikut.
1. Munculnya bercak-bercak warna putih di bagian kulit tubuh.
2. Pada tepian kulit yang berwarna bercak putih tersebut biasanya memerah.
3. Terjadi inflamasi atau perubahan warna menjadi kecokelatan.
4. Bercak warna putih yang timbul pada kulit rentan terbakar sinar matahari sehingga memungkinkan terjadi iritasi.
5. Memungkinkan terjadi gatal pada kulit.

Diagnosis Penyakit Vitiligo pada Pasien

Bagaimana cara mengetahui seseorang menderita penyakit vitiligo atau tidak? Caranya dapat dilakukan diagnosis melalui pemeriksaan tubuh fisik pasien yang dilakukan oleh dokter.

Dalam melakukan diagnosis, biasanya dokter melakukan hal-hal sebagai berikut.
1. Memeriksa riwayat penyakit vitiligo yang mungkin dialami oleh keluarga pasien.
2. Memeriksa ada atau tidaknya riwayat penyakit autoimun yang diderita keluarga pasien.
3. Memeriksa berbagai kemungkinan, seperit: ada tidaknya trauma pada kulit yang terkena vitiligo, sensitif tidaknya kulit yang terkena vitiligo atau pasien membutuhkan terapi atau tidak.
4. Dokter melakukan pemeriksaan fisik, seperti pemeriksaan kulit dengan menggunakan ultraviolet.
5. Jika memungkinkan dilakukan tes darah dengan cara mengambil sampel darah pasien untuk diperiksa lebih lanjut.

Cara Mengobati Penyakit Vitiligo

Penyakit vitiligo ini belum dapat disembuhkan secara total, pasien hanya dapat memperbaiki penampilan kulit pasca menderita penyakit ini. Adapun cara untuk mengobati penyakit vitiligo adalah sebagai berikut.
1. Melindungi kulit yang menderita vitiligo dari sinar matahari secara langsung. Nah, untuk melindungi kulit, Anda dapat menggunakan tabir surya yang aman. Namun, sebelum menggunakan tabir surya tersebut sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
2. Mengunakan obat oles khusus untuk penderita vitiligo, seperti: losion depigmentasi, pimecrolimus atau tacrolimus dan kortikosteroid.
3. Mengonsumsi vitamin D atau suplemen yang mengandung banyak vitamin D. Namun, agar lebih aman sebelum mengonsumsinya sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
4. Melakukan fototerapi atau terapi cahaya dengan cara menggunakan cahaya ultraviolet A (UVA) atau B (UVB). Fototerapi ini berfungsi untuk mengembalikan warna kulit menjadi normal pasca mengidap vitiligo.
5. Dapat melakukan terapi laser. Terapi laser ini diperuntukkan bagi penderita vitiligo sebagian.
6. Melakukan operasi cangkok kulit jika diperlukan. Operasi ini hanya disarankan bagi penderita vitiligo sebagian.

Beberapa cara mengobati penyakit vitiligo tersebut harus menggunakan saran dari dokter. Hal tersebut untuk menghindari efek samping yang mungkin timbul pada pasien sehingga sangat dianjurkan untuk selalu berkonsultasi kepada dokter.

 

Komplikasi yang Mungkin Timbul dari Penyakit Vitiligo

Memang penyakit vitiligo ini termasuk dalam golongan penyakit yang tidak berbahaya dan menular. Namun, sebaiknya pasien penderita vitiligo harus tetap berhati-hati untuk menghindari komplikasi penyakit yang mungkin timbul. Adapun komplikasi yang mungkin timbul dari penyakit vitiligo ini adalah sebagai berikut.
1. Kulit dapat mudah terbakar matahari akibatnya kulit menjadi rusak bahkan mungkin menyebabkan kanker kulit.
2. Warna kulit yang berubah dapat menyebabkan gangguan psikologis, seperti stres pada pasien.
3. Memungkinkan pasien mengalami gangguan pendengaran.
4. Memungkinkan terjadinya peradangan pada iris mata.
5. Timbulnya efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan obat-obatan dalam jangka panjang, seperti: kulit kering dan gatal pada tubuh pasien.

Bagi Anda yang menderita penyakit vitiligo, sebaiknya Anda harus selalu menjaga kebersihan tubuh dan rajin berkonsultasi dengan dokter. Hal tersebut bertujuan menghindari timbulnya efek samping atau komplikasi yang mungkin terjadi pada tubuh Anda. Oleh karenanya, selalu jaga kebersihan tubuh Anda agar selalu sehat.

Baca juga:

Cara Menyembuhkan Sakit Asma dengan menggunakan BIO Spray NUTRIC

Hanya 7 Hari – Cara Menyembuhkan Sakit Asma dengan menggunakan BIO Spray NUTRIC

Hanya 7 Hari – Cara Menyembuhkan Sakit Asma dengan menggunakan BIO Spray NUTRIC

Mudah dan Singkat, Cara Menyembuhkan Sakit Asma dengan menggunakan BIO Spray NUTRIC yang Mengandung Colostrum Sapi yang Higienis

Produk yang sudah meraih “Asia Pasific Super Excellent Brand Award” INI sudah di rekomendasikan oleh para professor dokter Dan dokter di Indonesia.

Fungsi Membantu Penyembuhan:
Diabetes, Kista, Stroke, Kanker, Gagal ginjal, Lever, Hipertensi, Jantung, Parkinson, dll

Produk:
Made In Malaysia
Halal
BPOM
Herbal

“Bila setelah konsumsi produk tidak memberikan perubahan, Uang kembali 100%”

Tertarik Produk nya? Hubungi Kami