Diare

Diare

Diare merupakan kondisi dimana penderitanya menjadi lebih sering buang air besar, dengan tinja/fases yang encer.  Diare dapat disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit yang terdapat pada makanan dan minuman. Diare adalah penyakit endemis yang berpotensi Kejadian luar biasa (KLB) yang dapat mengakibatkan kematian. Dari data Kemenkes RI tahun 2018, jumlah penderita diare sebanyak 62,93%. Diare biasanya dapat belangsung berhari – hari atau bahkan  berminggu-minggu. Diare dibagi menjadi 2 yaitu diare akut dan kronis. Dikatakan diare akut apabila berlangsung satu hingga dua hari, sedangkan diare kronis dapat berlangsung sekitar empat minggu bisa lebih.

 

Penyebab Diare

Pada umumnya diare terjadi akibat kurangnya cairan yang tidak dapat diserap dengan baik oleh usus. Normalnya, Cairan dari makanan yang kita konsumsi akan diserap oleh usus sehingga kotoran (fases) setengah padat. Jika cairan tersebut tidak diserap dengan baik oleh usus, fases yang dihasilkan akan menjadi lembek atau cair. Kondisi yang bisa menyebabkan seseorang mengalami diare ada beberapa faktor sebagai berikut:

Diare Akut (Diare yang berlangsung secara singkat)

Diare ini biasanya disebabkan oleh:

  • Virus
  • Bakteri
  • Parasit
  • Alergi makanan
  • Pemanisan buatan pada makanan
  • efek samping obat-obatan

Diare Kronis (Diare yang berlangsung lama)

Diare ini biasanya disebabkan oleh:

  • Penyakit Crohn merupakan radang pada lapisan sistem pencernaan
  • Coeliac merupakan penyakit yang menyebabkan tubuh menolak protein gluten
  • Radang pankreas
  • Kanker usus
  • Sindrom iritasi usus besar

 

Faktor Risiko Diare

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan risiko seseorang menderita diare. Seperti:

  • Tidak mencuci tangan dengan sabun.
  • Tempat penyimpanan dan persiapan makanan yang tidak bersih
  • dapur dan toilet kotor
  • Air kotor
  • makanan sisa yang sudah dingin

 

Gejala Diare

Setiap penderita memiliki gejala diare yang berbeda-beda. Sebagian penderita menghasilkan fases/tinja yang sangat encer ada juga yang tak terlalu encer. Berikut ini gejala yang disebabkan oleh diare:

  • Kram atau nyeri perut
  • Muntah dan mual
  • Pusing dan Lemas
  • Sering haus
  • nafsu makan yang hilang
  • Feses cair dan lembek
  • Demam
  • Dehidrasi

Masa pemulihan diare pada orang dewasa umumnya  2 – 4 hari sedangkan masa pemulihan untuk anak-anak lebih lama 5 – 7 hari kerja. Jika diare berlangsung lebih dari 1 minggu segera periksa ke dokter.

Lalu kapan harus periksa ke dokter ?

Jika mengalami ini segera ke dokter

  • Warna fases gelap
  • Ada darah pada fases
  • Kurang tidur
  • Berat badan menurun
  • Mual dan muntah

Segera periksa ke dokter jika anak mengalami gejala berikut ini:

  • Gejala dehidrasi seperti tangan dan kaki yang dingin, kulit pucat, jarang buang air kecil, sering mengantuk
  • Demam tinggi
  • Darah dan nanah pada fases
  • Warna fases gelap
  • Mulut kering
  • Lesu
  • Produksi urin menurun

Diare pada bayi atau anak kecil harus segera ditangani karena dapat membahayakan nyawa.

 

Komplikasi Diare

Penyakit ini umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, namun jika diare semakin parah dan berlangsung lama dapat menyebabkan komplikasi. Berikut ini komplikasi yang dapat menyerang akibat diare, di antaranya:

  • Dehidrasi
  • Sepsis merupakan infeksi berat yang dapat menyebar ke organ lainnya
  • Malnutrisi merupakan penurunan kekebalan tubuh pada anak, terutama pada anak dengan usia kurang dari 5 tahun
  • Ketidakseimbangan elektrolit yang dapat ditandai dengan lemas, lumpuh hingga kejang. hal ini disebabkan karena elektrolit ikut terbuang bersama air yang keluar saat diare.
  • Kulit di sekitar anus mengalami iritasi karena pH tinja yang asam.

 

Cara Mengatasi Diare

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan ketika mengalami diare  seperti:

  • Mengkonsumsi banyak cairan
  • Tambahkan konsumsi makanan setengah padat dan rendah serat secara bertahap
  • Menghindari makanan tertentu seperti, makanan pedas, dsb
  • Pertimbangkan jika mengonsumsi probiotik.

 

Rekomendasi Produk

 

Cara Pencegahan Diare

Untuk mencegah terjadinya diare diperlukan kedisiplinan seseorang dalam menjaga kebersihan, dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih dapat terhindar dari virus atau mikroorganisme lain. Oleh sebab itu sangat dianjurkan untuk:

  • Rajin mencuci tangan
  • Hindari memakan buah atau sayuran yang belum matang.
  • Konsumsi makanan yang sudah dimasak
  • Minum air matang

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Tertarik Produk nya? Hubungi Kami